Sulit Mengambil Keputusan

Ketika kamu di hadapkan pada suatu pilihan yang kamu pun sulit untuk menentukannya, disitulah titik ujian kamu untuk menentukan suatu pilihan yang terbaik untukmu. Kamu pun berharap ada seseorang yang membantu dalam menyelesaikan pilihan kamu, namun kenyataannya banyak dari mereka yang hanya mendengarkan tapi tidak untuk memberi jawaban.

Lalu kamu pun bertanya-tanya kepada temen2 kamu atau sahabat yang kamu percaya, kamu menanyakan mana pilihan yang tepat untuk kamu, saat mereka mengarahkan memberikan jawaban nya yang mungkin merekan pun tepat, kamu  masih binggung sulit menentukan pilihan itu.

Rasanya kamu ingin menyerah pada kondisi tersebut, sudah lelah dengan pikiran yang masih berputar di otak mu ibarat burung yang berputar-putar di atas kepala tanpa burung tersebut mengetahui tujuan Mereka.

Lalu akupun pernah ada di posisi ini, malah hampir dan sering. Untuk menentukan 1 pilihan yang cocok pun aku mentok. Lalu aku pun pasrah aku mengikuti keadaan yang mengalir tanpa aku memutuskan nya. Rasanya bener bener sulit. Yaudah lah mungkin suatu saat sang semesta memberikan jawaban nya.
Mengikuti hati nurani terkadang suka salah. Hati ga slalu benar dan terkadang hati memberikan jawaban yang salah.
Namun kita pun mengikuti logika kita, di logika inilah yang menjadi tameng keputusan kita yang masih jadi beban sesuai yang kita berkehendak
Satu satu nya jalan yang kita lakukan lari dari keputusan tersebut.
Dari pengalaman ku, sebenarnya kita ga sulit mengambil keputusan cuma kita sendiri yang buat sulit.
Menentukan pilihan dari keputusan adalah mengambil dari apa yang kita suka, dari apa yang menjadi hak kita, dari apa konsenkuasi yang kita terima nanti nya,
Setiap keputusan tergantung pilihan yang kita buat diterima akal sehat lalu disempurnakan dengan keyakinan kita, oleh sebab itu, kita harus bener-bener tepat
Dan Mateng banget untuk keputusan kita.

Lalu ada juga yang sudah komitmen dan bulat dengan keputusan kita, namun ditengah jalan kita gak konsisten menjalaninya, berubah lagi keputusan tersebut, dan banyak yang bilang diri ini tuh labil.
Itulah resiko dari ketidak konsistenan dalam menjalankan pilihan tersebut.
Lalu bagaimana solusinya ?
Kembali lagi dari di atas
Memikirkan ulang kembali dengan tekat dan bulat bahwa aku siap dengan pilihan ini dan janji tidak akan berubah lagi,
Mengambil dari apa yang kita suka dan menjadi hak kita, lalu mengambil resiko dari apa yang kita pilih.
Jawabannya ada dipikiran kita.

Finally and actually, mengambil keputusan tidak sulit bagi orang yang berpengalaman.
Namun pikirkan dengan Mateng Mateng apa yang menjadi keputusan kita dengan niat tekat dan bulat agar kita menjadi konsisten dengan keputusan kita tersebut.

Komentar

Postingan Populer