Senja di langit Jakarta
Rasanya aku pingin banget tulis ini, ya mungkin tulisan yang hanya aku curahkan dalam hati tanpa berniat untuk membanggakan diri, hehehehe rasa nya moment ini pas banget untuk bernostalgia jaman dahulu mengingat bagaimana dahulu aku sering bermain dengan imajinasi, yang mungkin ujungnya ga pasti.
Dahulu waktu aku sering banget ke Jakarta sampai aku kagum banget sama keindahan Jakarta,mungkin sebagian anak Jakarta menganggap apa istimewanya Jakarta, tapi menurut ku yang tinggal di Bogor sejak umur 2 tahun aku suka Jakarta apalagi Monas nya, iya pas aku SD aku sering banget ikut mamah ke Jakarta, karna pekerjaan mamah yang mengharuskan mamah kesana, Haha aku inget banget zaman aku SD itu kereta belum kaya sekarang, waktu itu kereta masih di bedakan yaitu ekonomi dan express, well kalau mau naik yang enak yang kereta express sepi gak umpel umpelan tapi harga tiket nya gitu wooowwww 🤭🤭 pernah banget merasa kan naik kereta ekonomi bagaimana pengap nya bau keringet tercampur jadi satu sampai sampai saking penuh nya ada yang di atap kereta hahaha.
Kata mamah, Jakarta itu tempat orang mengadu nasib, ya aku masih ingat sampai sekarang " ibu kota lebih kejam dari ibu tiri " begitulah yang mamah bilang, karna kita harus perih dulu, untuk jadi orang sukses kita harus kerja keras.
Ketika aku melihat gedung pencakar langit, imajinasi ku mulai bermain,
" seperti apa kehidupan disana, mereka ngapain " enak ga ya " sperti itulah yang terlintas di pikiran anak umur 10 tahun yang belum mengerti apa apa " aku membayangkan suatu saat aku berada di dalam nya. Dan qadarullah impian 10 tahun itu pernah terwujud.
Jakarta 2009, 2010, 2011 berbeda dengan Jakarta 2019, 2020, iyalah pasti beda. Waktu itu kereta penuh dengan hiruk piruk ceritanya, mulai dari pengamen, pedagang mungkin sampai penjambret pun jadi satu. Orang bercerita dengan pede nya tanpa khawatir " Corona " apalagi " pyshycal distancing " mereka dengan gembira nya menceritakan aktivitas mereka, dan bertanya tanya " ini sudah di stasiun mana ya " sungguh mungkin cerita yang pernah ada namun tidak akan pernah terulang
Aku begitu menaruh harapan besar ke Jakarta, stiap kali aku mendatanginya, aku berharap mimpi dan cita cita ku terkabul, aku berharap ada kesempatan di Jakarta, dan tenyata aku salah 😀 bukan Jakarta lah untuk bisa menaruh harapan, tapi dengan berdoa harapan itu udah pasti.
Senja di langit Jakarta slalu buat aku berharap, karna aku suka dengan langit nya aku suka dengan tempat tempatnya yang estetik, aku suka dengan euforia nya dan terakhir aku suka dengan hiruk piruk nya suasana nya karna Jakarta lah memiliki keindahan di mataku sendiri dan keistimewaan di duniaku sendiri.
Sekian dan terimakasih :)
Komentar
Posting Komentar