Pengalaman akan rasa sakit yang memotivasi diri akan terus berbagi

 


Tahun 2019 adalah tahun dimana aku belajar kehidupan yang bener kehidupan, belajar menerima keadaan yang hadir saat itu dan belajar bagaimana menahan semua rasa perih yang ada di dalam dada. mungkin kita semua pernah merasakan menjalani hari hari dengan kata Kehilangan, ditemani dengan kesepian dan di push kuat dengan keadaan seolah-olah kita harus terlihat baik-baik saja, menyembunyikan rasa sakit yang terlalu mendalam tanpa kita harus bercerita kepada siapapun kecuali kepada tuhan semesta alam,Semua emosi menjadi satu bagian sperti sedih,marah,kecewa yang harus dipendem  dan hanya tuhan yang tahu, dan slalu bertanya-tanya ini dalam diri " kenapa sih " kamu masih tetap waras kan" dan slalu meyakinkan diri '' kamu pasti kuat kok '' kamu pasti bisa melalui semua ini '' kamu akan pasti baik-baik saja''. stiap malam slalu bertengkar dengan pikiran, pikiran jahat yang slalu memenuhi kepala dan dilawan dengan doa dan perlindungan kepada Allah. Tanpa sadar tiba-tiba air mata menetes, jatuh tak beraturan ditemani keheningan  malam dan tiba tiba tidur dengan ketdaksengajaan lalu bangun bangun merasakan bayang-bayang semalam. 

kesalahpahaman antara kami serta rasa amarah yang menyelimuti diri kami, membuat kami termenung dan tersadar mungkin perpisahan adalah jalan satu satunya yang kami lakukan, pasca perpisahan itu kami seperti orang asing yang baru kenal bertemu tanpa bersapa, menundukan kepala mengalihkan pandangan, mungkin yang baru disadari sekarang waktu itu kami masih sama-sama egois  yaaaa.... karna keegoisan dari masing masing kami lah yang mengharuskan kami berpisah demi kebaikan. 

dan akupun belajar, kita ga bisa meng-genggam apa yang kita punya sekarang, suatu saat apa yang kita genggam akan pergi dengan sendirinya, walaupun kita menggenggam nya sekencang apapun, menjaga nya sekeras apapun, yang pergi akan tetap pergi pada waktu nya. kehilangan itu sangat ga enak menggangu kehidupan sehari-hari, memikirkan yang ga seharusnya dipikirkan, menjankan hari-hari dengan rasa sakit dan kehilangan, yang slalu dipenuhi dengan air mata dan seolah-olah dada menanggung beban yang teramat berat sehingga diri ini harus mengikhlaskan dan menerima apa yang sudah terjadi lalu memaafkan.

Awalnya mengikhlaskan itu memang sulit, tapi lama lama nanti akan terbiasa, terbiasa untuk merelakan,lalu pada titik penerimaan, sampai pada akhirnya kita akan terbiasa tanpa dirinya dan tersadar oh itu yang namanya " patah hati " .  Atas izin, kuasa, dan kasih sayang Allah terhadap saya, akhirnya patah hati ini sembuh, setelah berbulan bulan bahkan bertahun-tahun menahan rasa perih yang gatau sampai kapan sembuh nya.Mungkin selama masa-masa patah hati itu Allah menegur saya dengan menaruhkan duri di hati saya sehingga membuat saya sadar bahwa saya terlalu fokus dan cinta terhadap makhluk nya, Allah cemburu terhadap saya karna saya terlalu dekat dengan hambanya sehingga jauh denggan nya.   

dan setelah semuanya berbeda, semuanya sudah kembali ke semula, hati ini udah mulai pulih dan sembuh, dari sakitnya perpisahan, aku ingin membagikan kisah dan cerita ini kebanyak wanita yang pernah merasakan hal yang sama dengan membuat sebuah blog, memotivasi diri ini agar slalu membagikan pengalaman ini yang pernah hadir untuk aku sharing dan siapa tau bermanfaat. Menceritakan bagaimana hari hari pasca kehilangannya, bagimana berdamai dengan keadaan, bagaimana berteman dengan rasa sakit, sampai pada akhirnya bagaimana sampai pada tahap penerimaan atau keikhlasan,

Aku hanya ingin memberikan pesan kepada wanita yang merasakan hal yang sama, Doa dan kedekatan diri kepada Allah yang menjadi penyembuhnya.  


https://superapp.id/

Komentar

Postingan Populer